Minggu, 03 Agustus 2014

HOAX Ancaman Bom ISIS dan Kemungkinan Serangan Teror

Belum lama ini telah beredar ancaman serangan kelompok teroris Indonesia yang berbaiat kepada ISIS, yakni khususnya dari elemen Tauhid Wal Jihad dan sempalan Jamaah Ansharut Tauhid yang memilih jalur kekerasan kembali kepada ajaran Jamaah Islamiyah. Ancaman serangan Bom di Jakarta yang rencananya akan dieksekusi antara tanggal 2 hingga tanggal 12 Agustus 2014 tersebut telah direspon oleh Kepala BNPT, Ansyaad Mbai sebagai isu belaka.

Diperkirakan salah satu penyebab informasi serangan teror bom kelompok yang berafiliasi kepada ISIS tersebut sebagai isu adalah adanya informasi tambahan yang dikaitkan dengan pemilu Presiden/Wakil Presiden yang baru lewat. Padahal siapapun yang menang dalam pemilu 9 Juli 2014, di mata ISIS dan para pendukungnya adalah tetap Pemerintahan Thogut yang wajib diperangi, sehingga isu yang disebarkan secara berantai melalui pesan singkat (sms) dan blackberry messenger tersebut menjadi kurang meyakinkan.

Meskipun demikian, Blog I-I telah mendeteksi kemungkinan terjadinya desepsi di atas desepsi yang memanfaatkan ramainya pembicaraan mengenai ISIS, yang mana apa yang terlihat sebagai hoax akan terjadi sebagai kenyataan. Namun demikian targetnya adalah mengganggu transisi kekuasaan di Republik tercinta Indonesia karena adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan NKRI yang stabil dan sejahtera. Pelaku boleh jadi adalah mereka yang siap bunuh diri atas nama ISIS dengan dukungan bahan peledak sederhana namun berdaya ledak besar.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh komunitas Intelijen resmi untuk meningkatkan deteksi terhadap setiap kemungkinan serangan teror dari kelompok manapun yang bermaksud mengganggu perjalanan bangsa Indonesia. Rentang waktu kemungkinan terjadinya serangan teror tersebut diperkirakan akan lebih panjang yakni sampai dengan akhir Oktober 2014. Mohon disampaikan kepada Presiden SBY untuk menginstruksikan peningkatan kewaspadaan nasional mengingat beliau akan menanggung malu apabila terjadi kekacauan pada saat transisi Pemerintahan, khususnya pada saat beliau berada di luar negeri. 

Demikian semoga Tuhan senantiasa melindungi Rakyat, Bangsa, dan Negara Indonesia
Senopati Wirang 

Read More »
06.58 | 0 komentar

Sabtu, 02 Agustus 2014

Mengecilkan atau Membesarkan Ancaman ISIS di Indonesia?

Artikel Blog I-I berjudul "mengapa tiba-tiba ISIS ramai dibicarakan?" mengundang banyak masukan melalui email Blog I-I, baik yang bernada kritik maupun yang mendorong Blog I-I untuk terus meningkatkan produksi analisa untuk pembelajaran publik Indonesia tentang dunia intelijen dan ancaman strategis kepada bangsa dan negara Indonesia. Pertama-tama tentunya saya sangat mengapresiasi setiap masukan, krtitikan, dan komentar yang membuat saya berpikir kembali atas setiap kata, kalimat, dan artikel yang saya publikasikan melalui Blog I-I. Khusus kepada para sahabat Blog I-I yang aktif di Pemerintahan baik kalangan intelijen, militer, polisi, maupun BNPT, perlu diketahui bahwa apa-apa yang dipublikasikan oleh Blog I-I diniatkan untuk kebaikan bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian, tidak ada tujuan lain selain saling asah, asuh, asih dengan berbagai elemen bangsa Indonesia melalui media Blog yang mudah-mudahan berdampak positif bagi masa depan Indonesia.

Artikel ini merupakan klarifikasi atas artikel blog I-I mengenai ISIS yang oleh para pihak yang memberikan masukan agar masukannya tidak dipublikasikan karena menyangkut rahasia negara.


Saya awali dengan klarifikasi bahwa artikel mengenai ISIS tidak bermaksud mengecilkan potensi ancaman ISIS. Sebaliknya artikel tersebut justru ikut membongkar berbagai kejanggalan terkait dengan ISIS yang mengklaim diri sebagai Daulah Islamiyah dibawah pimpinan "Amirul Mukminin" Abu Bakr al-Baghdadi. Sebelum lebih jauh, perhatikan bagaimana kehati-hatian pimpinan Al Qaida, Ayman al-Zawahiri dalam menyikapi ISIS yang antara lain disebutkan dengan berlepas tangan. Tidak ada restu atau dukungan, namun juga tidak ada penentangan dari Al Qaida. Selain itu perhatikan konflik yang berkembang antara ISIS dengan Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaida. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi di tanah al-Sham dan Irak? ISIS merupakan metamorfosa dari kelompok perlawanan rakyat Irak sejak pendudukan AS yang kemudian bergabung dengan Al Qaida in Iraq (AQI) yang sebelumnya taat dan berbaiat kepada Al Qaida. Namun setelah mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan wilayah di Irak dan Suriah (didukung oleh bergabungnya sebagian kelompok perlawanan di Suriah), AQI berubah menjadi ISIS dan melakukan klaim politik sebagai Negara Islam di Irak dan Sham.

Peta wilayah yang dikuasai ISIS (sumber BBC)



Kemudian perhatikan sikap dan pandangan resmi Arab Saudi terhadap ISIS. Salah satu pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi terkait ISIS adalah pernyataan Raja Abdullah pada 1 Agustus 2014 yang mengecam aksi kekerasan pembunuhan dan mutilasi orang-orang tidak bersalah oleh kelompok militan Islam, serta menyerukan para ulama Islam untuk mencegah pembajakan ajaran Islam oleh kelompok militan. Meskipun Raja Abdullah tidak menyebutkan nama kelompok militan, namun pernyataan tersebut jelas mengarah pada ISIS yang belakangan ini melakukan aksi-aksi brutal terhadap sesama Muslim yang tidak mendukung ISIS di wilayah yang dikuasainya. Namun demikian, informasi yang menyebutkan adanya bantuan keuangan dari orang-orang kaya Arab Saudi, Kuwait dan negara-negara teluk lainnya perlu diperhatikan karena bagaimanapun juga kelompok Sunni di Timur Tengah bersimpati dengan perjuangan kelompok Sunni di Suriah maupun di Irak.

Selanjutnya perhatikan kebijakan Iran yang mengirimkan 2000 pasukan membantu Pemerintahan PM Nuri al-Maliki di Irak dalam menghadapi ISIS. Iran sendiri tampak bersikap mendua dalam menyikapi ISIS karena sebagaimana Al Qaida yang tidak pernah menyerang kepentingan Iran, ISIS sebelumnya ketika masih AQI juga tidak pernah menyerang Iran sesuai dengan kebijakan Al Qaida yang antara lain dalam rangka mendapatkan bantuan militer. Iran juga pernah menuduh AS berada dibelakang ISIS yang bertujuan memelihara konflik Sunni - Syiah dan melemahkan pemerintahan Syiah di Baghdad yang dipimpin PM Maliki. Dalam hal ini kelompok ISIS berhadapan melawan pasukan pemerintah Irak dan pemerintah Suriah dalam perebutan beberapa wilayah dan kota di kawasan Irak dan Suriah.

Kompleksitas persoalan ISIS semakin tambah rumit karena ideologi memerangi yang terdekat, termasuk orang-orang Islam yang dianggap murtad karena menolak syariah versi ISIS. Dalam kaitan ini ISIS melangkah lebih jauh dari sekedar gerakan takfiri yang mengkafirkan orang-orang Islam yang tidak sejalan dengan ISIS, yakni dengan memerangi dan membunuh mereka yang dianggap murtad baik secara individu maupun karena taat pada Pemerintahan Kafir/Thagut (meskipun orang-orangnya Islam). Faktor inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya benturan dengan kelompok perjuangan Sunni Suriah Free Syrian Army maupun Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaida.

Taktik dan strategi ISIS adalah penguasaan wilayah dan memerangi musuh yang terdekat dengan kekuatan/kekerasan. Dengan sumber-sumber keuangan yang saat ini cukup besar, ISIS mampu membangun kekuatan militer dan memberikan pelayanan sosial kepada penduduk yang berada di wilayah kekuasaannya. Hal ini menjadi daya tarik jihadis internasional untuk mendukung atau masuk dalam wilayah ISIS dan berjuang bersama ISIS karena mereka "merasa" berada dalam negara Islam (Daulah Islamiyah). Hal inilah yang membedakan ISIS dengan Al Qaida, dimana Al Qaida pada era awal pernah memiliki dukungan yang besar dengan wilayah yang cukup luas di Afghanistan - Pakistan dalam koalisi dengan kelompok Taliban. Namun Al Qaida belum pernah melakukan klaim sebagai entitas negara, melainkan hanya suatu gerakan jihad global dengan afiliasi yang tersebar di beberapa kawasan seperti Al Qaida in Arabian Peninsula, Al Qaida in Maghreeb, Al Qaida in Southeast Asia (Jemaah Islamiyah), Al Qaida in Iraq, dst.

Berdasarkan informasi intelijen blog I-I, kejanggalan-kejanggalan ISIS tersebutlah yang mendorong munculnya spekulasi bahwa Israel berada di belakang pembentukan ISIS, yakni dalam rangka mengcounter semakin besarnya pengaruh Iran yang telah merambah Irak, Suriah, Lebanon, bahkan Palestina. Selain itu, analisa yang menyatakan bahwa ISIS saat ini merupakan perangkap intelijen AS untuk menjaring seluruh jaringan radikal Sunni internasional yang menjadi jihadis dalam satu tempat cukup menarik untuk didalami karena kelompok radikal Indonesia juga sudah pernah dijebak melalui Omar al-Faruq dan beberapa keturunan Arab lainnya yang berhasil membodohi sejumlah tokoh Islam radikal Indonesia seperti Abu Bakar Baasyir dan kawan-kawan. Perjuangan-perjuangan palsu atas nama agama Islam tersebut merupakan pola pemanfaatan sumber daya manusia dan keuangan yang murah dalam rangka kepentingan geopolitik AS, Israel dan sekutunya yang mengalami kesulitan dalam mengimbangi pengaruh strategis Rusia dan Iran.

Menegangnya hubungan Arab Saudi dengan AS paska penolakan AS melakukan intervensi di Suriah jelas mengecewakan elit-elit di Arab Saudi. Hal ini pula yang mendorong sebagian elit Arab Saudi mendukung gerakan perlawanan rakyat Sunni Suriah. Namun belakangan Arab Saudi juga khawatir akan dampak yang sama seperti paska perang Afghanistan, dimana para mantan pejuang jihad kemudian menjadi teroris yang mengancam keamanan Arab Saudi.

Bahwa ISIS dapat menjadi ancaman serius karena radikalisasi terhadap sebagian kecil umat Islam Indonesia sebaiknya direspon secara cerdas dengan membongkar kebohongan besar strategi geopolitik AS dan Israel di Timur Tengah yang memanfaatkan ISIS. Hal ini tidak akan anda temui dalam pernyataan resmi pemerintah AS maupun Israel, melainkan berkat kecerdasan anda mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan keberadaan ISIS. Hanya negara besar yang sanggup melakukan operasi subversif super rahasia counter-state yang akan menguntungkan kepentingan nasionalnya. Hanya negara dengan sumber-sumber daya yang cukup yang dapat menciptakan suatu keadaan yang sangat kompleks yang membuat orang-orang yang berpikir sederhana dan masyarakat umum menjadi bingung dan kemudian mengambil keputusan yang salah dengan bergabung kepada ISIS. Pada saatnya ISIS akan dihancurkan dengan mudah sebagaimana juga Al Qaida atau Taliban yang pernah menjadi sekutu utama AS menghadapi Uni Soviet.

Berdasarkan data-data akurat jaringan Blog I-I di Timur Tengah, dapat saya sampaikan bahwa Indonesia sungguh tidak mengerti tentang apa sesungguhnya sedang terjadi di Timur Tengah. Dunia konflik sejak zaman dahulu tidak pernah sederhana atau berada dalam garis lurus sebab akibat, melainkan selalu kompleks dan tumpang tindih serta banyak kepentingan berbeda yang memiliki tujuan berbeda pula. Dalam kondisi tersebut, suatu taktik atau strategi "apapun" sangat mungkin diterapkan demi tercapainya tujuan. Bangsa Indonesia dan orang Indonesia pada umumnya boleh dikatakan sederhana dalam berpikir dan bahkan cenderung malas untuk berpikir kompleks dan berstrategi, sehingga ketika melihat suatu persoalan seringkali terlalu disederhanakan secara hitam putih dan cenderung emosional. Akibatnya orang Indonesia mudah dipengaruhi, mudah direkrut dan mudah berkhianat kepada bangsanya tanpa menyadari kekuatan yang sedang mengendalikannya.

Seandainya Ustadz Aman Abdurrahman atau Ustadz Abu Bakar Baasyir membaca artikel ini, Insha Allah beliau-beliau akan mengerti betapa dahsyat tipu daya musuh-musuh Islam. Namun tentunya hal itu juga kembali kepada keyakinan dan keimanan karena sungguh tipu daya yang dilancarkan manusia tidak akan mampu merubah ketentuan Yang Maha Kuasa. Seruan ISIS kepada umat Islam Indonesia tidak lain tidak bukan adalah suatu upaya menyerap potensi umat Islam Indonesia yang sangat besar sekaligus memecahnya dalam konflik internal sesama Muslim Indonesia karena perbedaan ideologi yang memiliki tujuan menjauhkan umat Islam dari persatuan. Kejatuhan Daulah Islamiyah dalam sejarah lebih banyak disebabkan oleh persengketaan internal daripada serangan dari luar, hal ini harus dipahami bersama sebelum mengangkat senjata berperang di jalan Allah SWT. Selain itu, sebagai seorang jihadis, seyogyanya anda juga berilmu dalam artian paham betul hakikat konflik dan pihak yang diperangi serta konsekuensi logis yang ditimbulkan.

Akhir kata, seandainya tidak ada ISIS tentu mata dunia sekarang akan tertuju kepada Palestina dan jihad Palestina akan semakin dahsyat yang berarti mengancam eksistensi Israel. Presiden SBY telah menulis surat terbuka tentang Gaza, Pemerintah Indonesia sudah mengecam Israel dan mengambil langkah-langkah diplomatik menolong rakyat Palestina, apabila hal itu direspon oleh intelijen Israel dengan mendorong rekrutmen ISIS terhadap sebagian kecil orang Indonesia, tentunya harus sudah diperhitungkan oleh Pemerintah Indonesia. Sebagaimana dinyatakan dalam artikel berjudul Have we ever faced an enemy more stupid than Muslim terrorists? yang meskipun artikel tersebut sangat tendensius, namun ada hal yang dapat kita pelajari bersama bahwa efek dari suatu tindakan seringkali tidak sesuai dengan harapan. Misalnya saja keyakinan tindakan kekerasan terorisme akan membuat orang lain sadar dan segera bertaubat kembali pada jalan Tuhan. Atau keyakinan bahwa musuh-musuh Islam akan takut karena aksi terorisme, yang mana keyakinan tersebut bukan saja keliru melainkan juga memiliki efek yang justru semakin merusak Islam sebagai ajaran yang mulia. Mungkin akan ada yang beragumentasi bahwa aksi terorisme justru membuat semakin banyak manusia yang tertarik untuk belajar Islam, namun hal ini tidak dapat dijadikan sebagai suatu justifikasi taktik atau strategi penyebaran Islam karena caranya sudah salah.

Kunci sukses rekrutmen ISIS atau Al Qaida dan yang sejenisnya adalah kebodohan atau ketidaktahuan dari mereka yang direkrut. Mereka menyangka berperang di jalan Allah SWT, padahal hakikatnya berperang untuk kepentingan strategi geopolitik AS, Israel dan sekutunya.

Semoga matahati kita semua dijernihkan dari kompleksitas persoalan ini, sehingga bangsa Indonesia dapat terhindar dari fitnah besar terorisme global.

Salam
Senopati Wirang



Read More »
22.04 | 0 komentar

Jumat, 01 Agustus 2014

Mengapa tiba-tiba ISIS ramai dibicarakan?

Di saat perhatian umat Islam seluruh dunia dan khususnya Indonesia kepada kepedihan rakyat Palestina yang mengalami pembantaian membabi buta Israel, tiba-tiba sejumlah kalangan di Indonesia terpancing oleh provokasi rekrutmen "Jihadis" asal Indonesia oleh ISIS (Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham) pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi. Beberapa video propaganda dukungan terhadap ISIS, pernyataan sumpah setia, serta foto maupun yang menunjukkan keberadaan orang-orang asal Indonesia bersama kalangan ISIS telah mendorong BNPT, Kementerian Agama, dan beberapa pihak lain menyoroti dan memberikan pendapat tentang ISIS. Intinya adalah ISIS bertentangan dengan Pancasila, dukungan terhadap ISIS akan diganjar hukuman, himbauan untuk menjauhi ISIS, dst. Berita tentang ISIS:
Pertanyaan pertama yang muncul dalam benak sejumlah agen Blog I-I dari kalangan garis keras Islam Indonesia adalah: mengapa tiba-tiba berita tentang ISIS menjadi sangat massif seolah ingin menenggelamkan isu pembantaian di Gaza. Demi memelihara keutuhan bangsa Indonesia yang beragama, tentunya Blog I-I harus menghargai concern jaringan Blog I-I dari kalangan umat Islam, sehingga perlu disampaikan kepada publik Indonesia sebagai berikut:

Pertama, sekali lagi ingatlah tentang dinamika dan perkembangan yang sangat pesat dari propaganda modern yang menggerakan pihak lain tanpa disadari. Apa yang diperlukan hanya sebuah pengungkit kecil untuk memancing arah dan gerak suatu opini publik dan bahkan kebijakan suatu negara karena adanya potensi-potensi bahaya terhadap suatu bangsa. Dalam kaitan ini, sekali lagi saya ingin mengingatkan tentang operasi intelijen MOSSAD dengan propaganda modern-nya yang saat ini memiliki target utama menghabisi seluruh sendi-sendi perlawanan bangsa Palestina hingga ke akar-akarnya. Tidak ada isu yang dapat menandingi kekejaman Israel di Gaza selain isu kekerasan serupa yang dapat memberikan kesan sangat jahat, yakni terorisme. Setelah Al Qaeda relatif lebih hati-hati, maka ISIS mengambil posisi yang tepat sebagai pihak yang akan dilukis oleh sejarah (versi Israel dan Barat) sebagai kelompok teroris. Selain itu ISIS juga telah memiliki citra sebagai penghancur "masjid sesat" (karena menurut ISIS dibangun atas dasar penghormatan terhadap makam/kuburan), tidak toleran, menjalankan syariat Islam, dan mengkampanyekan kekerasan baik di wilayah ISIS maupun di wilayah yang dekat dengan pendukung ISIS.

Kedua, klaim-klaim ISIS tersebut barangkali benar adanya berasal dari elit pimpinan ISIS khususnya al-Baghdadi, namun tidak sedikit yang tampak janggal, misalnya dengan maraknya anjuran ISIS untuk memerangi musuh yang dekat daripada memerangi Israel. Himbauan tersebut bukan saja menganggap memerangi Israel dengan memberi bantuan kepada HAMAS sebagai tidak relevan, melainkan juga bahwa memerangi pemimpin Muslim maupun umat Islam yang tidak menjalankan syariat sebagai hal yang lebih penting. Faktor inilah yang kemudian diambil sebagai salah satu dasar kajian ancaman bahwa ISIS akan membahayakan Indonesia oleh sejumlah elit politik di negeri ini. Terkait dengan isu ini, informasi mengenai pembentukan ISIS oleh MOSSAD, CIA, dan MI6 atau berita al-Baghdadi trained by Israeli, dan pandangan dan keyakinan Iran bahwa ISIS bentukan AS perlu dipertimbangkan, meskipun berita bocoran dokumen otentik NSA Snowden tentang ISIS tersebut pernah dinilai sebagai hoax, namun ada baiknya untuk tidak diabaikan.

Saat ini ketergantungan masyarakat dunia terhadap berita internet sangat tinggi, sehingga teknik membanjirnya informasi menjadi pilihan teknik tingkat tinggi propaganda yakni desepsi bertingkat (contoh baca: Teknik Propaganda Internet GCHQ) yang pada ujung tujuannya adalah akan tetap menguntungkan penguasa informasi propaganda. Setidaknya ada tiga analisa Blog I-I tentang masalah ini:

  1. Apabila informasi ISIS bentukan Israel, AS, dan Inggris adalah benar sebagaimana dukungan AS dan negara-negara Arab terhadap Mujahideen Afghanistan ketika memerangi Uni Soviet, maka hal ini akan menguntungkan Israel, AS, dan Inggris karena berarti akan mudah mengeliminasi ISIS di masa mendatang bahkan teori sarang lebah untuk menjaring kelompok radikal seluruh dunia juga dapat diterapkan (menghidupkan program counterterrorism internasional dan mendorong negara-negara di dunia untuk mendukung pemikiran AS dalam melakukan counter terhadap kelompok yang mereka sebut sebagai teroris). Selain itu, hal ini merupakan false flag operation besar-besaran yang lebih sempurna dibandingkan dengan operasi klandestin mendukung Mujahedeen Afghanistan melawan Uni Soviet. Manfaat terbesar dari keberadaan ISIS adalah untuk mengkonter menguatnya pengaruh Iran di kawasan, serta khususnya pengaruh Iran terhadap komunitas Syiah di Irak yang saat ini mendominasi Pemerintahan di Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina. Karena AS dan sekutunya tidak dapat berbuat banyak di Suriah yang mendapatkan dukungan dari Rusia, China dan Iran, maka ISIS dapat menjadi proxy dalam kontrol wilayah yang membuat penguasaan wilayah Suriah oleh Rezim Assad menjadi mengecil.
  2. Apabila informasi ISIS bentukan Israel, AS, dan Inggris adalah hoax, maka hal ini akan tetap menguntungkan pihak-pihak yang tidak menghendaki adanya Daulah Islamiyah seperti Israel, AS, dan Inggris. Namun demikian akan terjadi kejanggalan mengenai darimana ISIS mampu membangun kapabilitas militernya serta mengapa apabila bahaya ISIS sedemikian besarnya belum tampak suatu upaya serius AS dan sekutunya untuk mencegahnya menjadi semakin besar? Hal ini dapat terjawab dengan dugaan kuat adanya dukungan keuangan dari negara-negara teluk khususnya Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Selain itu, keberhasilan ISIS melakukan penguasaan ladang minyak di Suriah sebelah utara juga menjadi sumber keuangan dengan menjualnya melintasi perbatasan Turki. Penguasaan kota Mosul oleh ISIS antara lain juga membuat ISIS memperoleh banyak uang dari bank sentral di kota Mosul yang konon jumlahnya cukup besar yakni sekitar 429 juta dollar. Lalu darimana ISIS memperoleh senjata? Selain senjata rampasan dari hasil penaklukan wilayah, ISIS juga berhasil memperoleh senjata-senjata buatan AS yang juga merupakan rampasan dari pasukan Irak yang dikalahkan. Selain itu, dengan kondisi keuangan ISIS saat ini maka ISIS mampu membeli persenjataan dari pasar gelap senjata internasional. Kembali kepada isu hoax, maka hal ini akan memperkuat jaringan internasional counterterrorism yang cenderung sejalan dengan langkah-langkah yang ditempuh AS. 
  3. Apa yang terjadi dalam fenomena ISIS adalah suatu operasi manipulasi psikologi kepada dunia Islam yang bertujuan membuat dunia Islam semakin terbelakang karena konflik yang berkepanjangan sehingga akhirnya menjadi pecundang karena tidak punya waktu dalam kondisi damai membangun kekuatan politik, ekonomi, dan militer. Perhatikan seluruh dinamika yang saat ini semakin memanas di Libya dan Tunisia, Palestina, Afghanistan dan Pakistan, Lebanon, Yaman, Mesir, dan beberapa negara Afrika, seluruhnya diwarnai nuansa radikalisme agama yang dipicu oleh operasi manipulasi psikologi yang canggih. Sayangnya umat Islam tidak atau belum melihatnya secara jernih karena darah telah tumpah dan emosi telah tergerus, termakan oleh sakitnya, pedihnya konflik bersenjata dan peperangan. Penyelesaian dengan senjata seolah menjadi satu-satunya pilihan karena selain akan menghilangkan dahaga balas dendam, pilihan senjata juga telah terbaca ada di dada setiap Muslim karena hidup yang sesungguhnya bukan di dunia yang fana ini. Penderitaan dalam peperangan bagi Muslim adalah jalan menuju kemuliaan, hal inilah yang memudahkan terjadinya manipulasi psikologi yang bertujuan melemahkan dunia Islam.
Ketiga, tanpa adanya pijakan informasi langsung dari medan pertempuran ISIS di kawasan Irak dan Suriah, tanpa adanya pemahaman yang detail tentang strategi Israel dan kebangkitan kelompok bersenjata dari rakyat Palestina yang mewujud dalam sayap militer HAMAS, tanpa adanya informasi intelijen langsung dari kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang sesungguhnya pernah mengalami disorientasi perjuangan, maka Indonesia akan sangat kelihatan tidak memiliki strategi yang komprehensif dalam menangani isu-isu radikalisasi agama atau terorisme. Dengan demikian dinamika ancaman kekerasan dari radikalisme dan terorisme akan terus hidup. Padahal hidupnya masalah radikalisme dan terorisme tersebut juga disebabkan oleh strategi yang lemah, dan pendekatan jangka pendek dengan hukum dan kekerasan polisionil yang sah secara hukum. Sementara itu, dinamika yang tampak dari puluhan video-video yang menggambarkan kelompok pendukung ISIS di Indonesia akan terlihat sebagai sebuah potensi ancaman yang besar bagi negara dan bangsa Indonesia. 

Bagaimana dengan Indonesia?

Ibarat lingkaran magnet, Indonesia berada pada lingkaran luar konflik "global" terorisme namun tetap memiliki daya magnet yang kuat. Artinya Indonesia bukan sumber konflik, Indonesia bukan sumber masalah, Indonesia juga bukan center of gravity dari apa yang disebut sebagai akar dari penyebab lahirnya radikalisme agama dan terorisme. Namun demikian, Indonesia akan selalu terkait dengan semua dinamika yang terjadi di dunia Islam karena faktor Islam. Betapapun moderatnya Indonesia, umat Islam di Indonesia akan selalu memperhatikan dinamika yang terjadi di dunia Islam. Adalah fakta yang harus kita fahami sebagai fenomena sosial dimana manusia dan kelompok manusia ada yang memiliki keyakinan atau karakter yang mengedepankan penyelesaian dengan damai dan ada yang mengedepankan jalan kekerasan. Dua kelompok tersebut sangat wajar untuk terjadi baik di dalam negara maupun lintas negara. Tanyalah kepada diri anda sendiri masing-masing, bagaimana reaksi anda bila salah seorang atau seluruh anggota keluarga anda dibunuh tanpa adanya justifikasi selain kebencian atau ketidaksukaan. Tentunya akan ada yang memaafkan dan membiarkan proses hukum dunia berjalan, dan ada yang menuntut balas dengan kematian setimpal bukan? Demikian pula yang terjadi di kalangan umat Islam Indonesia.

Ada diantara saudara-saudara kita yang dapat merasakan simpati luar biasa bahkan ikut merasakan kepedihan dan terluka hatinya manakala saudaranya sesama Muslim dibantai di belahan dunia lain, sehingga tergerak hatinya untuk berjihad baik dengan senjata, dengan uang, maupun dengan dukungan lainnya. Namun ada pula saudara-saudara kita yang melihatnya sebagai tragedi kemanusiaan yang harus dihentikan dan menempuh jalur hukum internasional dengan mendorong negara Indonesia mengambil langkah-langkah diplomatik yang efektif. Anda yang berjihad jangan merasa paling benar dan kemudian menganggap saudara-saudara anda sebangsa yang menempuh langkah damai sebagai musuh. Sebaliknya anda yang menempuh jalan damai, jangan mengkriminalisasi saudara-saudara anda yang berjihad sepanjang mereka tidak melanggar hukum nasional Indonesia.

Benar bahwa ISIS berpotensi mendorong radikalisasi sebagian kecil umat Islam Indonesia, namun juga benar bahwa isu ISIS dihembuskan semakin kencang setelah perhatian dunia kepada Gaza meningkat tajam. Walaupun saat ini ISIS menguasai wilayah yang relatif luas mencakup sebagian wilayah Irak dan Suriah, namun hal itu tidak ada bedanya dengan Taliban di Afghanistan, yakni penguasaan tersebut sangat mudah ditundukkan apabila AS dan sekutunya mau melakukan sesuatu sebelum terlambat. ISIS merupakan jawaban terhadap rezim Syiah yang menguasai Irak dan Suriah dan akan terus demikian karena sejarah tidak dapat diputar ulang, dan kunci-kunci pemicu perang sudah terbuka sejak serangan AS ke Irak dan konflik perang saudara di Suriah pecah. Apakah bangsa Indonesia mengerti, apakah umat Islam Indonesia mengerti?

Mungkinkah Daulah Islamiyah model ISIS dapat dengan mudahnya berdiri tanpa adanya dukungan negara besar atau minimal negara besar tutup mata dan membiarkan ISIS menguasai wilayah yang saat ini diklaim oleh ISIS? Sekuat apa militer ISIS sesungguhnya? Apakah umat Islam dapat bersandar kepada ramalan kebangkitan Daulah Islamiyah setiap seratus tahun atau setiap lima ratus tahun dst, tanpa ada kekuatan nyata berupa kekuatan ekonomi, politik, militer, dan penerimaan publik yang luas. Melihat fakta-fakta tersebut, apakah umat Islam Indonesia memiliki cukup keyakinan untuk mendukung Daulah Islamiyah yang belum jelas siapa arsiteknya, apakah murni kehebatan al-Baghdadi dan elit di sekelilingnya, ataukah Israel, AS, dan Inggris sebagai proxy menghadapi kelompok Syiah yang didukung Iran dan Russia. Sebelum anda melangkah terlibat dalam konflik di Timur Tengah, pelajarilah geopolitik kawasan dan permainan negara-negara besar khususnya AS dan sekutunya (termasuk Israel), Russia, China, Iran, dan Arab Saudi. Perhatikan juga isu energi dan penguasaan secara efektif kawasan-kawasan yang memiliki kekayaan minyak bumi sebagai jaminan pasokan energi. Niscaya anda yang berjihad akan dapat merasakan penderitaan peperangan secara langsung, namun sayangnya anda tidak akan melihat strategi besar yang menggerakan terjadinya konflik tersebut, ketika anda sangat terpengaruh oleh suasana perang, anda kemudian akan melihat saudara-saudara anda di tanah air Indonesia yang tidak berjihad atau bahkan berpandangan liberal sebagai musuh. Hal ini kemudian menjadi bonus dengan terciptanya konflik antara Muslim Jihadi dengan Muslim non-Jihadi yang didorong oleh fatwa untuk memerangi musuh yang dekat. Artinya seluruh dunia Islam diharapkan akan berkonflik sebagai efek domino dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Manipulasi psikologis merupakan teknik propaganda yang sangat jahat yang meracuni pikiran kita, hati kita, dan bahkan jiwa kita apabila kita tidak memiliki obatnya. Sungguh setiap penyakit akan ada obatnya, demikian pula menghadapi operasi manipulasi psikologis ini. Bagi anda yang Muslim banyak-banyaklah membaca Al-Quran dan renungkanlah ayat-ayat tentang tipu daya syaithan dan orang-orang yang memusuhi Islam serta bangunlah persaudaraan Indonesia, bagi anda yang nasionalis sejati merah-putih perkuatlah pembangunan karakter bangsa Indonesia yang demokratis, religious, toleran, saling menghormati, berkeadilan dan berkerakyatan, bagi anda yang non-Muslim kembalilah kepada kitab anda masing-masing dan renungkanlah kebangsaan Indonesia yang jujur dan dukunglah pembangunan bangsa Indonesia yang bermartabat. Hal ini hanyalah introspeksi internal masing-masing dalam rangka menjernihkan akal pikiran kita dari jutaan informasi yang bercampur dalam pemberitaan internasional.

Langkah selanjutnya adalah teliti setiap informasi yang anda terima tentang konflik-konflik yang terjadi di dunia yang dapat berdampak ke Indonesia. Berhati-hatilah dengan statement atau opini-opini dan analisa-analisa yang dikembangkan oleh pengamat-pengamat. Adapun langkah kewaspadaan informasi dapat dilakukan dengan langkah sbb:
Pertama bacalah fakta-fakta, Ingat ! hanya fakta tanpa opini, bahkan opini dan emosi anda sendiri
Kedua lakukan perbandingan dari fakta-fakta yang beredar dan lakukan crosscheck
Ketiga perhatikan sikap/kebijakan negara, kelompok negara dan kelompok non-negara
Keempat fokus pada pernyataan-pernyataan resmi pihak-pihak yang berkonflik
Kelima bandingan pernyataan resmi pihak-pihak yang berkonflik tsb dengan fakta-fakta
Keenam mulailah mencoba memahami maksud dan tujuan dari suatu pernyataan resmi
Ketujuh update segera fakta-fakta yang berkembang dari waktu ke waktu

Dengan tujuh langkah tersebut diharapkan anda akan lebih kuat dalam memfilter upaya manipulasi psikologis baik yang mendorong anda untuk berjihad maupun yang mendorong anda membenci jihad. Kedua hal tersebut merupakan bagian dari upaya membenturkan konflik internal di dunia Islam. Berhati-hatilah dalam setiap kali mendengar atau membaca informasi, bahkan termasuk yang saya tulis karena saya juga hanya manusia yang dhaif yang tidak luput dari kekeliruan yang lahir dari kurangnya informasi atau lemahnya nalar saya.

Demikian sedikit ulasan tentang ISIS, semoga bermanfaat.
Senopati Wirang



   

Read More »
18.09 | 0 komentar

Kamis, 31 Juli 2014

Kontroversi Wikileaks Australia: Korupsi Pencetakan Uang Negara Libatkan SBY dan Mega?

Berbeda dengan pandangan umum masyarakat dunia (khususnya mereka yang mendukung kebebasan memperoleh informasi) tentang Wikileaks sebagai sebuah alternatif berita berdasarkan pembocoran dokumen rahasia, Blog I-I memiliki keyakinan 99% bahwa Wikileaks tidak lain tidak bukan adalah sebuah operasi propaganda yang menggunakan konsep "desepsi informasi" dengan menggunakan dokumen dengan tujuan politik tertentu.

Sebelum saya membahas tentang masalah dokumen pemerintah Australia yang berjudul Australia-wide censorship order for corruption case involving Malaysia, Indonesia and Vietnam ada baiknya saya jelaskan terlebih dahulu analisa saya tentang fenomena Wikileaks sebagai berikut:

Pertama, Wikileaks mengklaim diri sebagai organisasi jurnalistik non-profit, online, yang mempublikasikan dokumen rahasia dan bocoran informasi, dan berbagai media (film, rekaman) yang dirahasiakan dari sumber tanpa nama (anonymous). Dari klaim awal ini sudah tampak suatu bentuk operasi yang mendorong mereka yang memiliki akses kepada informasi rahasia untuk "membocorkan" informasi atas nama kepentingan publik. Dari sejumlah pembocoran informasi ada yang murni terdorong oleh kepentingan publik, namun porsi yang terbesar ternyata untuk kepentingan politik yang pada intinya membuat pihak yang dirugikan oleh pembocoran informasi tersebut menjadi sibuk, mengalamai ketegangan politik, atau bahkan mengalami tekanan untuk melakukan klarifikasi atas informasi dokumen yang bocor tersebut. Hal itu sangat-sangat politis bukan? Faktor anonymous sangat penting karena dari puluhan, ratusan atau bahkan ribuan anonymous tahukah anda bahwa prosentase yang terbesar sudah dapat dipastikan adalah operator-operator intelijen yang memiliki akses informasi rahasia. Sehingga pola jurnalistik Wikileaks hanyalah bagaikan bentuk lain dari Washington Post bagi Pemerintah AS atau media mainstream di suatu negara yang memiliki hubungan khusus dengan intelijen. Anda yang memiliki minat yang tinggi terhadap intelijen tentunya sering membaca berita di media massa yang menyiratkan suatu informasi dari sumber pemerintah yang tidak mau disebut namanya. Model menitipkan informasi kepada media mainstream memang tidak lagi menghebohkan karena suatu terlalu biasa bagi publik. Lahirnya Wikileaks jelas memberikan suatu alternatif propaganda yang akan segera menarik perhatian para pemimpin suatu negara apabila dokumen yang dibocorkan tersebut memiliki dampak politik yang besar.

Kedua, Wikileaks yang pertama kali muncul tahun 2006 di Islandia dikendalikan oleh organisasi yang diberi nama Sunshine Press dengan tokoh kunci seperti Julian Assange, seorang aktivis internet asal Australia, yang merupakan pendiri, direktur dan kepala editor Wikileaks. Selain Assange juga terdapat beberapa tokoh yang secara terbuka namanya dipublikasikan seperti Kristinn Hrafnsson, Joseph Farrell, Sarah Harrison. Belum ada kepastian siapa sesungguhnya mereka pada pendiri Wikileaks tersebut apakah mereka murni pejuang kebebasan informasi ataukah hanya decoy atau umpan dengan cover yang kuat dan support dari lembaga intelijen yang berkepentingan. Dari dinamika yang terjadi terdapat dua kemungkinan: (1) sejak awal adalah alat dari lembaga intelijen, (2) awalnya murni penggiat kebebasan informasi namun kemudian dikooptasi oleh lembaga intelijen. Lembaga intelijen mana yang sanggup melakukan operasi online secara global dengan kekuatan proteksi website dengan metode mirror maupun berbagai teknik underground lainnya? Jawabnya kemungkinan besar merujuk kepada NSA (National Security Agency) milik Pemerintah AS. Namun dalam operasionalisasi di lapangan tentunya dibawah kontrol CIA dan koleganya Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru (Five Eyes). Apa dasarnya saya "menuduh" Wikileaks tidak lain hanya alat propaganda politik global yang bernuansa subversif kepada negara lain? Perhatikan bahwa meskipun kebocoran terbesar berasal dari Pemerintah AS, namun tidak ada satupun bocoran informasi yang akan berdampak strategis bagi kepentingan AS. Maksud saya berdampak strategis adalah bahwa bocoran informasi tersebut akan sungguh-sungguh dapat menghancurkan sendi-sendi negara, legitimasi politik, ekonomi, militer AS.

Ketiga, bersumber dari Wikipedia informasi pertama yang dibocorkan oleh Wikileaks adalah tentang rencana pembunuhan pejabat Somalia yang ditandatangani oleh Sheikh Hassan Dahir Aweys (masuk dalam daftar teroris AS tahun 2001). Informasi berikutnya adalah tentang korupsi keluarga mantan Presiden Kenya (1978-2002) Daniel Toroitich Arap Moi. Pada 2007, dokumen tentang Camp Delta SOP diunggah oleh Wikileaks, kemudian disusul oleh kasus Julius Baer sebuah Grup Bank Swasta Swiss, dan seterusnya tentang Scientology, Sarah Palin, daftar anggota British Nationalist Party (BNP), Peru Oil Scandal, dan seterusnya yang mana tidak ada yang dapat dikatakan membahayakan kepentingan nasional AS. Beberapa pihak mungkin menduga kebocoran akun Yahoo Sarah Palin sebagai hal yang membahayakan AS, sesungguhnya hal itu merupakan kesengajaan untuk menjegal Sarah Palin menjadi semakin populer di mata publik AS untuk kepentingan nasional AS sendiri. Demikian juga dengan "kebocoran" dokumen Camp Delta SOP yang merupakan kesengajaan belaka karena detail mengenai akses Palang Merah Internasional kepada tahanan Guantanamo telah diminta oleh American Civil Liberties Union, dapat dikatakan pembocoran tersebut sebagai jawaban.

Keempat, Wikileaks menjadi semakin heboh pada awal 2010 karena "kebocoran" sekitar 250.000 dokumen kawat diplomatik AS dan 500.000 dokumen laporan militer yang terdiri dari Iraq War Logs dan Afghan War Logs (termasuk video serangan udara di Baghdad) yang disengaja oleh Chelsea Elizabeth Manning aka Bradley Edward Manning. Meskipun kemudian pada Agustus 2013, Manning dihukum 35 tahun penjara. Menurut informasi dari jaring Blog I-I, kebocoran tersebut dapat dilihat sebagai desepsi informasi dimana tujuan utama dari pembocoran laporan militer AS terkait perang Irak dan Afghanistan adalah bagian dari exit strategy AS karena AS mulai menghitung ulang untung-rugi perang Irak dan Afghanistan yang mana menyerap begitu banyak sumber daya AS khususnya diukur dari aspek keuangan. Bisa jadi Manning yang tidak stabil karena masalah orientasi gender tersebut memang didorong atau dijebak untuk membocorkan informasi tersebut. Selain itu, laporan kawat diplomatik AS yang minim atau tanpa analisa berarti hanya "informasi mentah" dari sumber-sumber dimana perwakilan AS berada. Dengan demikian tidak akan menimbulkan masalah bagi AS karena kita hanya akan dapat membaca minat Kedubes AS tanpa tahu maksud dan tujuan sesungguhnya, sebaliknya informasi-informasi sensitif yang dapat menimbulkan gejolak politik tersebut bila dibocorkan akan mengganggu stabilitas politik suatu negara dan sama sekali tidak mengganggu stabilitas politik AS.

Kelima, Wikileaks berusaha merangkul Snowden dan Snowden sendiri sempat mendapatkan dukungan dari kelompok Wikileaks, namun kemudian berkat kelihaian agen-agen rahasia dari Слу́жба Bне́шней Pазве́дки dibaca Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR), upaya Wikileaks untuk merangkul Snowden kandas dan akhirnya Sowden jatuh ke pangkuan Moskow. Perbedaan utama dari Snowden dan Manning adalah bahwa Snowden memiliki banyak informasi yang dapat berdampak strategis kepada AS. Hal ini khususnya dalam teknologi informasi dan teknik-teknik propaganda modern yang dikembangkan AS dengan konsep dasar denial and deception. Sejak Snowden masuk dalam perlindungan Moskow, maka pengetahuan Russia tentang AS dan sekutunya meningkat sangat tajam dan Moskow-pun mulai memainkan peranan-peranan strategis. Perhatikan bagaimana tingkat kepercayaan diri Putin dan Russia secara umum meningkat tajam paska "terjebaknya" Snowden di Russia. Sementara itu, tawaran asylum bagi Snowden dari 4 negara Amerika Latin yakni Ekuador, Nikaragua, Bolivia, and Venezuela merupakan jebakan untuk kematian Snowden karena tidak ada satupun dari keempat negara tersebut kebal penetrasi CIA dan hanya Russia yang dapat melindungi Snowden dari operasi pembunuhan CIA. Sehingga akhirnya secara situasional, Snowedn terdampar di Russia karena Russia juga menghendaki informasi yang dimiliki Snowden termasuk pengetahuan yang berada di kepala Snowden.

Keenam, Wikileaks terus berkembang dengan berbagai bocoran dokumen dan informasi yang dapat mengganggu situasi politik suatu negara. Informasi tersebut terus berkembang dari sumber-sumber anonymous di luar bocoran Manning maupun sedikit dari Snowden yang American centric. Sebagai sebuat outlet atau etalase tentang bocoran dokumen rahasia untuk publik atas nama kebebasan informasi, Wikileaks bukan saja mengungkapkan apa-apa yang dibutuhkan publik untuk kemajuan kemanusiaan, namun justru menjadi alat bidik yang efektif dalam menimbulkan kegaduhan politik. Hal ini telah berkali-kali menimpa Indonesia, termasuk mengganggu hubungan diplomatik Indonesia - Australia.

Tentang Dokumen Australia yang Korupsi Pencetakan Uang Negara

Kemarahan Presiden SBY dan Ibu Mega dapat dipahami karena pemberitaan di media massa nasional Indonesia khususnya Sindonews yang secara mentah menterjemahkan apa yang dipublikasikan oleh Wikileaks pada 29 Juli 2014. Tanpa prasangka bahwa Sindonews sengaja mengangkat berita tersebut karena faktor Hary Tanoesoedibjo yang gagal berpolitik baru-baru ini, kita perlu melihat dokumen Australia yang dibocorkan Wikileaks tersebut sebagai berikut:

Pertama, deskripsi singkat yang dituliskan oleh Wikileaks sedikit menyimpang dari dokumen yang sesungguhnya. Deskripsi singkat tersebutlah yang kemudian diterjemahkan secara kasar oleh Sindonews dan menjadi berita tanpa melakukan pembacaan dokumen secara hati-hati. Tanpa bermaksud membela SBY atau Mega yang namanya ditulis pada nomor 2 poin k dan l tersebut, dapat disampaikan bahwa apa yang dimaksud dengan Perintah Pengadilan yang dibocorkan tersebut kemungkinan besar terkait dengan proses pengadilan lain yakni yang melibatkan sejumlah pejabat lembaga percetakan uang Australia dan Pejabat Reserve Bank of Australia dalam kasus pencetakan uang untuk Malaysia, Indonesia dan Australia. Hal ini perlu dilakukan sebagai jaminan bahwa proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus korupsi di Australia tersebut tidak dikaitkan atau dimanfaatkan untuk tuduhan korupsi kepada sejumlah pimpinan politik di Malaysia, Indonesia, dan Vietnam. Hal ini merupakan hal yang lumrah dimana penyebutan nama-nama dalam kasus hukum dapat berdampak hukum pula karena keterkaitan langsung dalam tindak kejahatan atau tidak. Dengan adanya perintah pengadilan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa nama-nama yang disebut tidak terlibat baik dalam hal menerima uang suap maupun melakukan upaya mengambil keuntungan dari proyek pencetakan uang plastik oleh perusahaan Australia tersebut.

Mengapa saya yakin bahwa nama-nama yang disebut dalam dokumen Australia tidak terlibat, karena dalam proses penyelidikan skandal korupsi di Australia boleh jadi akan disebut beberapa pihak yang antara lain sebagaimana perintah pengadilan nomor 1:
a. menerima atau mencoba menerima suap atau pembayaran yang tidak pantas
b. mendiamkan (setuju dengan bersikap diam) atau menutup mata terhadap siapapun yang menerima atau mencoba menerima suap atau pembayaran yang tidak pantas
c. merupakan pihak yang dimaksud atau diusulkan untuk menerima suap atau pembayaran yang tidak pantas

Dalam kaitan ini, pihak pemberi suap yakni perusahaan percetakan dokumen berharga Australia dan pejabat Bank Sentral Australia kemungkinan besar akan menargetkan pengambil keputusan di suatu negara, sehingga poin c menjadi relevan dimana politisi Malaysia, Indonesia, dan Vietnam menjadi target untuk disuap oleh perusahaan Australia. Hal ini tidak berarti para politisi tersebut terbukti menerima suap. Mengapa pengadilan harus mengeluarkan perintah yang mencegah pemanfaatan proses hukum terhadap sejumlah pejabat Australia tersebut? Sebagaimana disebutkan dalam alasannya antara lain untuk melindungi hubungan internasional Australia karena publikasi dokumen tersebut dapat merusak citra nama-nama orang yang disebutkan dalam dokumen yang dibocorkan karena diyakini nama-nama yang ditulis sungguh-sungguh tidak terlibat dalam skandal tersebut.

Kedua, kita perlu membaca dokumen lain tertanggal 12 Juni 2013 yang tidak dibocorkan karena kemungkinan besar hanya menyebut nama-nama pejabat Australia yang terindikasi kasus korupsi. Selain itu, bocoran perintah pengadilan Australia yang menyebut nama SBY dan Mega juga merupakan turunan dari proses dakwaan terhadap sejumlah pejabat Australia sehingga dapat dikatakan murni urusan pengadilan dalam negeri Australia yang kebetulan terkait dengan proyek pencetakan uang plastik untuk Malaysia, Indonesia, dan Vietnam. Sebagai tindakan preventif, pengadilan Australia mengeluarkan perintah untuk merahasiakan informasi terkait proses hukum korupsi tersebut termasuk perintah untuk tidak mempublikasikan dokumen yang kemudian justru dipublikasikan oleh Wikileaks.

Ketiga, siapa yang untung dan siapa yang rugi? Australia untungkah dari publikasi dokumen rahasianya? Rasanya Australia justru akan sangat rugi apabila sengaja membocorkan bahkan secara strategis dapat membuat Australia semakin jauh dari sahabat-sahabatnya di Asia. Sementara itu, Malaysia, Indonesia dan Vietnam jelas sangat dirugikan dari publikasi dokumen yang dapat merusak citra elit-elit politiknya.

Keempat, ingatkah sahabat-sahabat Blog I-I ketika saya menyampaikan warning kepada Pemerintah Indonesia dalam artikel Agresi Brutal Israel tanggal 11 Juli yang lalu? Bacalah kalimat terakhir dalam artikel tersebut: Ingat ! Kita sudah terlanjur mengambil sikap keras terhadap Israel demi membela saudara-saudara kita di Palestina. Apakah Israel akan diam berpangku tangan?

Karena Wikileaks merupakan media propaganda kontroversial yang sarat dengan kepentingan politik, maka sangat mungkin bahwa anonymous yang membocorkan dokumen pemerintah Australia tersebut adalah mereka yang bersimpati kepada Israel dalam rangka "mengganggu" Indonesia dan Malaysia yang bersuara keras terhadap pembantaian yang dilakukan oleh Israel. Sedangkan Vietnam dalam hal ini hanya terbawa-bawa saja karena bukan target utama operasi propaganda yang berupaya melemahkan legitimasi Pemerintahan di Indonesia dan Malaysia dengan menciptakan opini publik tentang korupsi jutaan dollar dalam kasus pencetakan uang oleh perusahaan Australia yang berada dibawah Bank Sentral Australia. Apakah saya hanya mengkait-kaitkan saja dengan teori konspirasi, jawabnya tidak, karena bila kita perhatikan proses publikasi dokumen yang merugikan Indonesia, biasanya terjadi pada saat ada sesuatu yang penting terkait dengan politik luar negeri Indonesia. Sehingga selain untuk pengalihan, Pemerintah Indonesia perlu berpikir secara lebih tajam dalam mendeteksi hal-hal serupa yang kemungkinan besar masih akan terjadi lagi di masa mendatang.

Berbeda dengan dokumen Snowden yang juga pernah menghebohkan, pada umumnya dapat dikatakan berita lama dengan tanggal dokumen yang sudah lama pula. Berita tentang pencetakan uang negara Australia ini tertanggal 19 Juni 2014 dan dibocorkan pada 29 Juli 2014, waktu yang tidak terlalu lama bukan? Artinya hanya dapat dibocorkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan memiliki akses kepada informasi dimaksud.

Akhir kata, kita tidak dapat meremehkan dokumen-dokumen yang dibocorkan melalui Wikileaks, namun demikian kita juga tidak perlu panik karena faktanya baik Megawati maupun Presiden SBY secara proses tidak ikut-ikutan dalam proses pencetakan uang negara bahkan yang tandatangan adalah Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan yang mengurus langsung proses pencetakan yang dilakukan sendiri adalah oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sebagaimana diamanatkan oleh PP No.32 Tahun 2006. Dalam hal pencetakan yang dilakukan oleh perusahaan asing, tentunya Bank Indonesia waktu itu (tahun 1999) memiliki pertimbangan sendiri tentang mengapa menggunakan perusahaan asal Australia tersebut.

Sekali lagi saya mengingatkan kepada Pemerintah Indonesia untuk bersiap-siap dengan berbagai serangan gangguan stabilitas yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terganggu oleh sikap dan kebijakan luar negeri Indonesia khususnya Israel dan jaringan internasionalnya. Untuk sementara waktu, jaringan Blog I-I telah mendapatkan jaminan bahwa informasi Snowden tidak akan mengganggu Indonesia, namun bagaimana dengan sumber-sumber lain yang liar baik yang merupakan pencurian informasi maupun kesengajaan, atau karena sentimen atau simpati tertentu yang dimanfaatkan oleh pihak yang memusuhi Indonesia? Semoga Intelijen resmi Indonesia segera mengambil langkah-langkah strategis yang cerdas untuk mencegah terulangnya hal semacam ini, atau minimal melakukan klarifikasi berdasarkan fakta sebagaimana telah dilakukan oleh Blog I-I.

Salam Intelijen
Senopati Wirang





Read More »
07.57 | 0 komentar

Selasa, 29 Juli 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Blog Intelijen Indonesia Mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Taqoballahu Minna Waminkum

Salam Indonesia Raya
Senopati Wirang 



Read More »
02.00 | 0 komentar

Intel dan Action Hero

Teriring do'a untuk saudara-saudara kita yang mengalami proses pembunuhan secara sistematis dengan serangan militer Israel di Gaza. Semoga jumlah kematian yang telah mencapai melebihi 1000-an nyawa manusia yang mayoritas adalah masyarakat sipil, wanita dan anak-anak itu tidak bertambah lagi. Konflik yang bersenjata yang terjadi sejak 8 Juli 2014 tersebut tidak dapat lagi dilihat sebagai self defense bagi Israel karena faktanya apa yang terjadi merupakan kisah klasik penindasan dan genosida terhadap pihak yang lemah.

Tulisan Blog I-I kali ini akan bernuansa imajinasi yang lahir dari keprihatinan betapa dengan kasat mata kita menyaksikan ketidakadilan terus mewarnai perjalanan umat manusia. Masing-masing pihak yang berkonflik akan melakukan klaim berjalan diatas "kebenaran" atau atas nama "kemanusiaan" yang sebenarnya menindas kelompok manusia yang lain. Bahwa manusia "cenderung" terjebak dalam pertumpahan darah terus berulang dalam perjalanan umat manusia. Perebutan sumber daya alam, tanah/wilayah, pertarungan faham/ideologi, persaingan politik, perbedaan bangsa/suku bangsa, konflik atas nama agama, penguasaan ekonomi, dominasi budaya/sosial, dan seterusnya menjadi sumber-sumber konflik yang tidak pernah berhenti dalam sejarah manusia.

Apakah manusia tidak dapat lepas dari "kutukan" konflik dengan sesama manusia? Bila anda cukup teliti dan membaca konflik berdarah dalam sejarah umat manusia, maka akan anda temui banyak alasan untuk menempuh konflik yang mana alasan tersebut dapat mengubur cita-cita untuk berdamai. Alasan yang paling kuat adalah sifat dasar manusia yang cenderung emosional manakala darah korban sudah menetes. Akan sangat sulit bagi siapapun untuk dapat membiarkan begitu saja menjadi pihak yang dilukai tanpa melakukan pembalasan. Sampai akhir zaman sekalipun pembalasan atau saling balas akan terus terjadi apabila sifat lain manusia yakni pemaaf tidak lagi mampu membendung kemarahan.

Dalam karya sastra baik di masa lampau maupun di dunia modern dengan ragam cerita imajinasi, kita sering menemui adanya kisah-kisah kepahlawanan yang dilakukan seorang super hero yang beraksi membela kebenaran dan menghancurkan kezaliman. Walaupun faktanya keberadaan super hero tersebut hanya berada di salam imajinasi sang pengarang, namun pengaruhnya cukup besar di dalam benak, anak-anak atau bahkan masyarakat luas. Hampir seluruh super hero memiliki kemampuan intelijen yang sangat tinggi baik yang didukung oleh pengetahuan di luar nalar (mistik atau supernatural) atau yang didukung oleh peralatan modern dan hasil riset sains. Biasanya kemampuan tersebut berupa deteksi informasi, perkiraan langkah-langkah musuh, dan pencegahan terjadinya bencana yang besar. Semua itu merupakan pekerjaan intelijen.

Dengan kombinasi intel dan super hero atau action hero, maka ketertiban, keadilan, dan kedamaian dapat tercipta di tengah-tengah masyarakat. Sayangnya cerita-cerita super hero tersebut hanya kita temui di lembaran-lembaran cerita yang mampu memberikan rasa nyaman kepada pembacanya karena simbolisasi tokoh pembela kebenaran dalam wujud super hero tersebut. Sebut saja misalnya kisah tokoh legendaris Mahesa Jenar sang Intel dari Kasultanan Demak yang berupaya menemukan kembali Keris Nagasasra dan Sabuk Inten. Karya SH Mintardja tahun 1960-an tersebut sarat dengan ujaran atau wejangan dan penggambaran pertempuran antara kekuatan baik dan buruk dalam kemasan supernatural dimana ajian-ajian yang merupakan shakti kekuatan seseorang dipergunakan untuk melumpuhkan lawan. 

Sikap super hero semacam Mahesa Jenar yang digambarkan jantan, ksatria, berjuang tanpa pamrih, tulus, rela berkorban, gigih, rajin, dan pembela kebenaran tersebut sesungguhnya juga akan tampak dalam karya-karya superhero Barat seperti dalam komik Marvel atau DC Comics. Jalan cerita utama dari kisah-kisah superhero tersebut tentunya adalah melawan kegelapan/kejahatan yang meresahkan penduduk. Perbedaan utama dari imajinasi Timur dan Barat adalah bahwa imajinasi Timur hampir selalu dikaitkan dengan anugrah dari Yang Maha Kuasa, sedangkan di Barat cenderung dikaitkan dengan hasil olah pikir manusia atau kecelakaan yang kebetulan menghasilkan kekuatan super.

Mengapa saya mengangkat tulisan semacam ini yang mungkin kurang jelas manfaatnya?

Pertama, saya ingin menyampaikan bahwa betapapun kecilnya rasa dari harapan kita untuk dapat mewujudkan kemenangan dalam suatu konflik, kita harus memiliki mentalitas seperti superhero dalam imajinasi kita. Imajinasi tersebut bukanlah angan-angan kosong, melainkan keyakinan bahwa sifat-sifat dasar manusia yang baik dan tujuan yang baik, kita akan melahirkan kekuatan yang diluar perkiraan kita semua. Bahwa kacamata dunia memperlihatkan kita sebagai pihak yang terdesak bukanlah cermin dari kekalahan karena hidup manusia tidaklah akan lengkap tanpa keyakinan adanya kehidupan setelah mati atau adanya alam akhirat. Mereka yang bersandar pada kehidupan duniawi barangkali akan berpikir kemenangan demi kemenangan telah diraih, namun tanpa keimanan hal itu akan akan menjadi fatamorgana belaka.

Keberanian kita untuk berdiri tegak melawan kejahatan merupakan kekuatan yang luar biasa melebihi imajinasi kita akan superhero. Namun hanya dengan kecerdasan seperti super-intel juga sangat diperlukan dalam melakukan suatu aksi penyelamatan masyarakat. Perhatikan bagaimana sorang Batman dengan super komputernya menyelidiki terlebih dahulu musuh-musuhnya, hal itu merupakan intel. Perhatikan pula bagaimana pertarungan intel dalam kisah imajinasi Ninja Naruto yang digambarkan berada pada pergolakan antar desa-desa yang saling berebut kekuasaan dari waktu ke waktu. Dalam kisah-kisah lain yang lebih ekstrim dalam komik Jepang dengan aksi-aksi misalnya dapat juga dilihat dalam kisah manusia melawan manusia raksasa dalam Shingeki No Kyojin, atau kisah manusia kecil yang menjadi hero dalam Ratman, dll.

Namun jangan tenggelam dalam imajinasi kosong tentang superhero atau action hero yang tidak masuk akal. Mulailah dengan meyakinkan diri anda untuk memegang teguh kebenaran dan memperjuangkannya. Perkuatlah segala potensi anda dan berjuanglah untuk keyakinan anda, khususnya untuk kebenaran dan keadilan. Menjadi intel bukan berarti bertingkah polah seperti playboy cap kampung ala James Bond, tetapi menjadi cerdas, teliti, dan tekun dalam mengumpulkan informasi tentang lawan/musuh yang jahat. Menjadi superhero bukan bermimpi menjadi batman atau spiderman yang boleh dikatakan imajinasi kosong yang meracuni anak-anak, tetapi mulailah secara sederhana membiasakan menolong orang lain dan senantiasa berbuat baik.

Salam
Senopati Wirang

Read More »
01.50 | 0 komentar

Jumat, 18 Juli 2014

MH-17

Saya hanya akan berkomentar singkat tentang musibah yang menimpa Pesawat Malaysia Airlines MH-17. Rasa duka yang sangat mendalam dan teriring do'a untuk para korban, serta mendukung desakan pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar dilakukan penyelidikan oleh tim internasional guna mengungkapkan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus penembakan rudal yang menjatuhkan Pesawat Malaysia Airlines dan memakan korban 298 orang tewas. 

Saling tuduh antara Pemerintah Ukraina dan Pemberontak yang didukung Rusia masih akan terus berlanjut dan kemungkinan hal ini akan menjadi awal konflik yang lebih besar apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, semoga Intelijen resmi Indonesia dapat segera mempersiapkan langkah-langkah strategis menyikapi perkembangan global yang disebabkan oleh ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat.

Salam Intelijen
Senopati Wirang

Read More »
20.44 | 0 komentar